Banyak Negara tertarik Investasi Baterai EV untuk mobil listrik di Indonesia

Banyak Negara tertarik Investasi Baterai EV untuk mobil listrik di Indonesia

akarnews. com Bahlil Lahadalia, Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menyatakan banyak negara yang tertarik berinvestasi baterai EV untuk mobil listrik di Indonesia. Sekitar 7 negara yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut Bahlil, investor baterai EV di Indonesia tidak terbatas pada satu negara saja. Menurutnya, Indonesia menganut ekonomi bebas aktif, yang memastikan bahwa negara tidak memberikan ruang kehususan pada satu negara saja.

Bahlil mengindikasikan bahwa pengusaha Cina, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), tertarik untuk berinvestasi pada baterai EV di Indonesia, dan investor dari Eropa akan segera mengikutinya.

"Detil nama investor Eropa akan saya umumkan segera, tetapi saya tidak perlu membahasnya. Kami, di Kementerian Investasi, memiliki protokol; kami telah menandatangani perjanjian baru, atau dianggap telah masuk. Dengan demikian, Eropa akan bergabung, dan salah satu provinsi di China sudah memiliki CATL.

Selain itu, ia mengklaim bahwa negara-negara Asia Tenggara lainnya akan berinvestasi dalam baterai EV di Indonesia, menyiratkan bahwa akan ada sekitar 7 negara yang tertarik untuk berinvestasi di negara tersebut.

(BACA JUGA:Perancis masih lanjut setelah membunuh Adnan Abu Walid al-Sahrawi pemimpin ISIS cabang sahara)

“Akibatnya, Indonesia akan diserbu oleh 7 negara tersebut. Oleh karena itu, kita akan menjadikan Indonesia sebagai hub untuk pembuatan aki mobil” sambungnya.

“Tidak benar hanya Korea yang mengatur Indonesia, seharusnya tidak ada satu negara pun yang melakukannya. Kami menciptakan level playing field bagi para pesaing” tegasnya.

Ditambahkannya, Indonesia memegang salah satu bahan dasar baterai, nikel, dan merupakan pemilik cadangan terbesar dunia. Menurut Bahlil, Indonesia harus menjadi peserta yang signifikan di pasar baterai.

RI bercita-cita menjadi pemain global dalam industri baterai pada tahun 2027. Selain itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendirikan Indonesia Battery Corporation untuk mencapai tujuan ini (IBC). Selain itu, IBC akan menjalin kerja sama dengan investor asing yang berniat menanamkan modalnya di Indonesia di masa mendatang.

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT