Penarikan mundur pasukan amerika dari afghanistan mirip pelarian, kata putin

Penarikan mundur pasukan amerika dari afghanistan mirip pelarian, kata putin


Putin berbicara pada pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), sebuah kelompok yang terdiri dari delapan negara, termasuk China dan India.

akarnews.com Meskipun Amerika Serikat (AS) menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan penarikan pasukan dari Afghanistan, peristiwa yang terjadi lebih tampak seperti pelarian daripada manuver terkoordinasi. Hal itu dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin pada forum para pemimpin Eurasia.

Putin berbicara pada pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), sebuah kelompok yang terdiri dari delapan negara, termasuk China dan India.

“Tugas mendesak yang dihadapi organisasi kami adalah untuk mengejar kebijakan tunggal dan terkoordinasi berdasarkan penilaian risiko serius terkait dengan meningkatnya ketegangan di Afghanistan setelah penarikan tergesa-gesa – atau lebih seperti pelarian total – oleh pasukan AS dan NATO dari negara itu,” kata Putin seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (17/9/2021).

Tiga anggota SCO – Pakistan, Uzbekistan, dan Tajikistan – berbagi perbatasan dengan Afghanistan, sehingga koordinasi antara aliansi dalam hal ini dianggap penting.

Presiden Rusia itu juga mencatat perlunya kelompok delapan negara tersebut untuk menghentikan terorisme, perdagangan narkoba, dan ekstremisme agar tidak meninggalkan Afghanistan dan merembes ke wilayah SCO.

Ini bukanlah pertama kalinya Putin mengkritik cara penarikan pasukan Amerika dari negara yang bermasalah itu. Awal bulan ini, pemimpin Rusia itu mengatakan kepada para pemimpin BRICS bahwa NATO menciptakan kekacauan di Afghanistan, sambil mencatat bahwa seluruh dunia harus membersihkan kekacauan itu.

“Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa krisis saat ini di Afghanistan adalah konsekuensi langsung dari upaya yang tidak bertanggung jawab untuk memaksakan nilai-nilai asing dari luar dan keinginan untuk membangun apa yang disebut struktur demokrasi dengan rekayasa politik, yang tidak mempertimbangkan karakteristik historis maupun nasional dari negara lain," kata Putin, menuduh AS dan sekutunya mengabaikan tradisi yang dianut negara lain.

"Eksperimen ini kemudian buru-buru mundur, meninggalkan subjek mereka untuk berjuang sendiri juga. Seluruh komunitas internasional harus menghadapi konsekuensinya,” simpulnya.

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT