Kemenhub Kaji Double Aturan Ganjil Genap dan 4 in 1 di Puncak

Kemenhub Kaji Double Aturan Ganjil Genap dan 4 in 1 di Puncak


Kemenhub Kaji Double Aturan Ganjil Genap dan 4 in 1 di Puncak--

AKARNEWS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperdebatkan aturan four-in-one bagi penumpang kendaraan yang memasuki Kawasan Puncak di Bogor, Jawa Barat, melalui Ditjen Perhubungan Darat.

Wacana yang saat ini sedang dikaji dilakukan sebagai langkah mitigasi kebijakan dua lapis setelah penerapan ganjil genap.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, menyatakan kawasan 4 in 1 di Puncak dimaksudkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi, terutama pada akhir pekan. Namun, realisasinya belum diketahui saat ini karena masih banyak yang harus diselidiki.

“Saat ini sedang dipelajari dan tidak akan dipilih atau dilaksanakan segera karena perlunya negosiasi yang melibatkan banyak sektor. Sudah dibahas kemarin, tetapi beberapa poin masih dievaluasi” kata Budi, Selasa (14/9/2021).

Menurut Budi, penerapan 4 in 1 sebagai tindakan pencegahan jika ganjil atau genap sudah biasa dilakukan di kawasan Puncak. Karena ada kecenderungan, begitu seseorang menjadi terbiasa, agar volume kendaraan tidak terkendali, densitasnya akan tetap ada.

Akibatnya, diperlukan rencana kedua untuk menjaga efektivitas 4 in 1 dalam mengurangi kemacetan lalu lintas. Artinya, empat orang harus ditampung dalam satu kendaraan, mirip dengan konsep 3 in 1 yang diperkenalkan di Jakarta beberapa tahun lalu.

Budi mencatat penerapan ganjil genap yang diberlakukan setiap akhir pekan selama ini berdampak pada penurunan volume kendaraan. Namun, ini didasarkan pada pengamatan daripada analisis statistik.

“Menurut laporan lapangan dari petugas, trafik turun 25-30%, tapi ini masih perkiraan. Untuk 4 in 1, ini hanya pembicaraan yang masih diselidiki lebih lanjut” kata Budi.

“Walaupun sudah diperiksa ke polisi, ada kekhawatiran atau persoalan yang wajar. Misalnya, keberadaan joki 4 in 1 berdampak merugikan, terlihat dari munculnya joki 3 in 1 di Jakarta saat itu” lanjutnya.

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT