Daftar Istilah Saham yang Patut Diketahui Para Pemula, Mulai dari Broker Hingga Devidend

Daftar Istilah Saham yang Patut Diketahui Para Pemula, Mulai dari Broker Hingga Devidend


Daftar Istilah Saham yang Patut Diketahui Para Pemula, Mulai dari Broker Hingga Devidend--

AKARNEWS.com – Bagi Anda yang ingin melakukan investasi saham, ada sejumlah istilah yang perlu diketahui terlebih dahulu agar memudahkan dalam jual beli saham. Untuk kenyamanan Anda, berikut adalah daftar lengkapnya.

Investor pasti sudah familiar dengan berbagai jargon investasi. Begitu pula dalam hal investasi pasar modal. Jika Anda memilih untuk mencoba berinvestasi dalam instrumen saham, Anda harus terlebih dahulu mengenal dan memahami istilah-istilah yang terkait dengan saham.

Istilah-istilah dalam stok ini tidak ada semata-mata untuk menciptakan kesan keren, apalagi mengingat banyak dari istilah-istilah ini yang lebih dikenal luas dalam bahasa Inggris.

Namun, kata-kata yang digunakan dalam ekuitas ini diterima secara universal di sebagian besar pasar modal di seluruh dunia. Dengan demikian, acuan yang sama akan meningkatkan komunikasi antar pelaku pasar modal serta proses transaksi (jual beli) saham.

(BACA JUGA:Kalian Perlu Tahu! Berikut Daftar Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Tambah Gendut)

(BACA JUGA:Mantan pengantin ISIS dari inggris, Shamima Begum kini lepas jilbab)

(BACA JUGA:Segera Dijual, iPhone 13 Bisa Dipesan di Singapura Besok dan Daftar Harganya)

24 Daftar Istilah-Istilah dalam Saham

Berikut ini adalah glosarium frasa pasar saham yang harus Anda ketahui, terutama jika Anda adalah investor pemula yang ingin berinvestasi di pasar saham.

1. Perusahaan Efek (Broker)

Perusahaan sekuritas bertindak sebagai perantara antara investor dan pasar modal, memfasilitasi pembelian dan penjualan sekuritas. Untuk membeli atau menjual saham, Anda memerlukan bantuan dari bisnis sekuritas yang berwenang untuk melakukan transaksi. Selain itu, perusahaan sekuritas akan memberi investor saran investasi potensial.

2. Efek

Surat berharga antara lain surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, bukti utang, unit penyertaan dalam kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas surat berharga, dan turunan dari surat berharga lainnya.

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT