Viral Hoaks, Lempengan Besi pada Tabung Elpiji Dikabarkan Kurangi Berat Gas

Viral Hoaks, Lempengan Besi pada Tabung Elpiji Dikabarkan Kurangi Berat Gas


Viral Hoaks, Lempengan Besi pada Tabung Elpiji Dikabarkan Kurangi Berat Gas--

AKARNEWS.com – Sebuah rumor yang beredar di media sosial mengklaim bahwa pelat pada tabung LPG akan mengurangi berat gas.

Selain itu, dilaporkan bahwa pelat tersebut digunakan oleh produsen nakal yang mencari keuntungan dari masyarakat.

Berdasarkan pada pantaun, narasi tersebut tidak benar atau hoaks belaka.

Informasi tersebut tersebar pada Rabu (15/9/2021) dengan menyematkan tautan.

Konfirmasi Kebenaran

Putut Andriatno, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Subholding Pertamina Commercial and Trading, menyatakan informasi tersebut tidak benar.

"Itu tidak benar, di dalam tabung ada standarnya," kata Putut, Kamis (16/9/2021).

Ia menjelaskan, tabung elpiji tersebut telah melalui banyak pemeriksaan sebelum dipasok ke masyarakat.

Putut menggarisbawahi jika ada modifikasi atau ketidaksesuaian pada tabung, Pertamina akan melakukan perbaikan.

Lempengan terlihat dalam gambar bersama untuk membantu menstabilkan berat.

"Karena ada standar berat, pelat berfungsi untuk menstabilkan berat," jelasnya.

Kesimpulan

Kabar bahwa pelat pada tabung elpiji berdampak dan mengurangi kandungan gas adalah hoaks.

Plat pada tabung LPG berfungsi sebagai penstabil berat tabung.

Berikut isi lengkap dalam tautan yang dibagikan:

 

Sekarang ini tabung gas sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari-hari karena sudah hampir seluruh wilayah di Indonesia menggunakan tabung gas untuk memasak. Terlebih lagi pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan untuk mengkonvenssikan minyak tanah ke tabung gas.

Hal itu rupanya membuat sejumlah produsen nakal mencoba memanfaatkan peluang tersebut guna mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat. Dengan cara mengurangi isinya dan menaipulasi agar isi terlihat penuh.

 

Hal itu bisa dilihat dari postingan salah seorang pemilik akun sosial media Facebook bernama Weleri Neni Ra, dalam akunnya itu ia menjelaskan bagaimana seseorang yang tidak bertanggung jawab mencoba mencari keuntungan dari tabung gas 3 kg dengan cara mengurangi jumlah isi tabung gas lalu memanipulasi beratnya dengan cara menempelkan besi Balancer.

 

Berikut postingan status yang dibagikaan oleh pemilik akun Weleri Neni Ra itu. “Sekedar informasi aja Lurr, klo beli gas 3 kg jgn di ambil tbung seperti yg sy tunjuk ini .krn besi yg di tempel itu tujuan nya untuk mengurangi berat gas.kadang ada jg yg sampai 3 tempelan besi.1 tempelan itu berat nya-+ 3/5 ons. (Posted by : Najwa Azzura pada 25 Maret 2015),” tulisnya dalam akunnya itu.

 

Tidak hanya itu saja dalam akunnya itu ia juga mencoba membagikan informasi mengenai bagaimana besi Balancer tersebut mampu memanipulasi isi dari tabung tabung gas LPG 3 kg. Ia juga mencoba menjelasakan jika tabung dengan ciri-ciri sudah di tempeli besi berarti tabung tersebut sudah masuk bengkel tabung.

 

“Sekedar Koreksi, besi yang ditempel itu namanya besi BALANCER, dan tabung yang ada balancer pasti udah pernah masuk ke retester/bengkel tabung, kenapa tabung dipasangi balancer, karena tabung kosong yang tanpa balancer itu bobotnya kurang, sehingga harus disesuaikan lagi, tabung kosong LPG 3kg itu beratnya 4,95kg-5,09kg… dipasangi balancer ketika tbaung itu dibawah 4.95kg…soal isi insya allah masih jaminan di angka 2,95kg-3,09kg,”

 

Tulisnya mencoba menjelaskan tujuan dari penempelan besi tersebut.

 

Selain itu ia juga mencoba menjelaskan berat dari besi Belancer yang ditempelkan pada tabung gas LPG 3 kg itu. Ia juga berpesan hendaknya pengguna tabung gas LPG 3 kg lebih berhati-hati lagi ketika membeli tabung gas. Bahkan ia menyarankan jika perlu hendaknya menimbang tabung tersebut sebelum membelinya.

 

“Koreksi lagi dari kata2 dipoto tersebut, bahwa setiap besi balancer itu BUKAN 3-5 ons, setiap besi balancer yang terpasang untuk menyesuaikan berat tabung dibatasi MAKSIMAL 150 gram. Setiap 1 plat beratnya 100gr.

 

Teliti dulu sebelum membeli, kalau perlu ibu lakukan penimbangan sebelum membeli. Mohon maaf sedikit ralat, berat tabung kosong itu 4.95kg – 5.05kg. Untuk gas cepat habis atau tidak itu relatif ibu, bila penggunaan secara normal untuk memasak, rebus air dan lain sebagainya biasanya memang sekitar seminggu akan habis(dirumah saya seperti itu). Untuk berat isi tabung itu selalu diawasi dan dilakukan pengecekan. Toleransi berat isi tabung 2.95kg – 3.05kg. Terimakasih.(Comentar by : Muhammad Guruh pd 26 dan 27 Maret 2015),” imbunya.

 

Postingan yang diunggah pada tanggal 28 April lalu itu telah mendapatkan tanda suka (Like) sebanyak 218 orang dan sudah dibagikan sebanyak 22 kali. Sejumlah pengguna Facebook lainnya yang membaca postingan akun tersebut banyak yang mengucapka terimakasih untuk informasi yang dibagikannya itu.

“Mksi informasi nya min,” tulis pemilik akun Sifa Kawai. Komentar senada juga disampaikan oleh pemilik akun Sadad Kamaladad Septian “iya,makasih min…nambah wawasan kami…,” timpalnya.

 

Berita tersebut juga telah diberitakan dalam situs resmi Dihub kota Dumai yang juga mencoba memperingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati lagi saat menukarkan kembali tabung gas LPG mereka agar tidak tertipu. Dalam postingan pada Selasa, 28 Juli 2015 – 09:10:16 WIB itu situs Dihub kota Dumai memerinya judul “Jika Anda Menemukan Tabung Gas Seperti Ini, Jangan BELI!!”.

 

Sebarkan ke yang lain,agar tidak ada lagi yang tertipu dengan TABUNG GAS yang berkategori seperti diatas.

 

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT